Pandangan Khalid Basalamah tentang Eksistensi Perempuan dalam Segmen Video 70 Kekeliruan Wanita Perspektif Qiraah Mubadalah

  • Deby Jarlis R Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Perempuan, Qiraah Mubadalah, Feminisme

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi cara pandang dikotomis antara laki-laki dan perempuan dengan stigma kepada perempuan seperti perempuan hanya boleh berkiprah di wilayah domestik dan berada dalam posisi inferior. Persoalan ini kian menarik dibahas dan salah satu penceramah terkenal dari Indonesia yakni Khalid Basalamah, khususnya dalam segmen video “70 Kekeliruan Wanita”. Dalam penelitian ini akan menyoroti pandangan Khalid Basalamah dalam video tersebut di kanal YouTube-nya terkait eksistensi perempuan. Dari latar belakang tersebut,penulis menggunakan perspektif feminisme dalam Qiroah Mubadalah yang memiliki sudut pandang moderat dan menghasilkan rumusan masalah bagaimana pandangan Khalid Basalamah tentang eksistensi perempuan dalam videonya “70 Kekeliruan Wanita”, dan kemudian akan ditinjau menggunakan perspektif Qiraah Mubadalah yang menjadi tuujuan dari penelitian ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis library research.  Hasil dari penelitian ini adalah pertama, Basalamah dalam segmen video “70 Kekeliruan Wanita” memiliki corak pandangan yang patriarkis dengan pandangan bahwa perempuan berada pada posisi inferior dan subordinat. Hal ini dalam perspektif Qiraah Mubadalah kurang tepat, karena pada dasarnya posisi semua manusia dimata Tuhan itu sama, dan yang membedakannya hanyalah ketakwaan.

Published
2024-10-21
How to Cite
Deby Jarlis R. (2024). Pandangan Khalid Basalamah tentang Eksistensi Perempuan dalam Segmen Video 70 Kekeliruan Wanita Perspektif Qiraah Mubadalah. Proceedings of Student Symposium on Ushuluddin and Islamic Thought, 1, 113-13. Retrieved from https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/SSUIT/article/view/2463
Section
Articles