Cordoba as a Beacon of Umayyad Civilization in Al-Andalus

  • lathiful Fakultas Adab dan Humaniora
  • Aditya Eka Pratama Prodi Sejarah Peradaban Islam, UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Luqman Al Hakim
Keywords: Umayyah II; Madinat Al-Zahra; Abdurrahman III; Al-Hakam II; Fitnah Al-Andalus; Masjid Katedral

Abstract

"Kota Cordoba pada abad ke-10 M merupakan pusat peradaban Islam di wilayah Al-Andalus di bawah kekuasaan Dinasti Umayyah. Didirikan oleh Abdurrahman I pada tahun 756 M, kejayaan kota ini mencapai puncaknya pada masa Abdurrahman III yang memproklamasikan kekhalifahan pada 929 M. Cordoba berkembang sebagai pusat politik, ekonomi, dan intelektual yang menyaingi Baghdad dan Konstantinopel. Kemajuan Cordoba tercermin dalam kemegahan arsitektur seperti Masjid Agung Cordoba dan kota istana Madinat al-Zahra, as well as modern infrastructure termasuk jalan beraspal, penerangan, dan fasilitas umum yang maju. Di bidang ekonomi, penerapan sistem irigasi (acequias) dan introduksi tanaman baru mendorong revolusi agrikultur dan perdagangan. Sebagai pusat ilmu pengetahuan, Cordoba memiliki perpustakaan besar di bawah Al-Hakam II dan menjadi tempat berkembangnya tokoh-tokoh seperti Ibnu Rusyd dan Al-Zahrawi. Kehidupan sosial yang ditandai dengan toleransi antaragama (Convivencia) turut mendukung kemajuan intelektual. Namun, kejayaan ini berakhir akibat konflik internal yang dikenal sebagai Fitna Al-Andalus, yang menyebabkan runtuhnya kekhalifahan dan munculnya kerajaan-kerajaan kecil (Taifa). Warisan intelektual Cordoba kemudian berperan penting dalam mendorong kebangkitan Eropa melalui proses transmisi ilmu pengetahuan."

Published
2026-06-01
How to Cite
lathiful, Aditya Eka Pratama, & Luqman Al Hakim. (2026). Cordoba as a Beacon of Umayyad Civilization in Al-Andalus. Proceedings of International Conference on Islamic Civilization and Humanities, 4, 1870-1879. Retrieved from https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/iconfahum/article/view/4807
Section
Articles