Pelanggaran Maksim pada Lirik "Gala Bunga Matahari" Sal Priadi: Kajian Pragmatik Gricean

  • Muhammad Hikmal Yazid Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Siti Rumilah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Keywords: Pelanggaran Maksim, H.P. Grice, Lirik Lagu, Sal Priadi, Pragmatik

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pelanggaran maksim percakapan—kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara—yang terdapat dalam lirik lagu "Gala Bunga Matahari" karya Sal Priadi. Berdasarkan teori H.P. Grice, pelanggaran maksim ini digunakan untuk menyampaikan makna tersirat yang kompleks dan emosional, tanpa harus menyatakannya secara eksplisit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif terhadap lirik lagu "Gala Bunga Matahari." Teori Implikatur Grice diterapkan untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan pelanggaran maksim percakapan dalam lirik ini. Fokus utama penelitian adalah bagaimana Sal Priadi secara strategis melanggar maksim percakapan untuk memberikan lapisan makna yang mendalam melalui teknik linguistik seperti metafora, simbolisme, dan penghilangan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lirik "Gala Bunga Matahari," pelanggaran maksim kuantitas dan relevansi secara khusus digunakan untuk menyiratkan perasaan yang tidak diungkapkan secara langsung. Pelanggaran maksim kualitas dan cara juga memberikan makna tersembunyi yang memaksa pendengar untuk berinteraksi lebih aktif dengan lirik dan menemukan pesan emosional yang mendalam. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman tentang bagaimana pelanggaran maksim dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang emosional dan tersirat dalam lirik lagu. Dengan demikian, penelitian ini memperkaya studi pragmatik dan analisis seni komunikasi, khususnya dalam konteks karya Sal Priadi.

Published
2024-12-04
Section
Articles