Analisis Tekstual Terhadap Berita “Baru 3 Hari Dibersihkan Pandawara,Sungai Citarum Kembali Dipenuhi Sampah” Pada Portal Online Liputan6.Com
Abstract
Kesadaran dalam menjaga lingkungan harus diterapkan dalam kehidupan manusia dari semua kalangan hal ini tentunya untuk kepentingan hidup bersama, maka ada baiknya kita menjadi pengingat orang lain dalam menjaga lingkungan seperti yang kerap dilakukan oleh salah satu perkumpulan remaja yang telah banyak melakukan aksi sosial untuk menjadi pengingat masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Namun tidak semua masyarakat bisa merespon dengan baik, seperti yang terjadi pada warga di lingkungan Sungai Citarum, Jawa Barat, yang kembali memanggil pandawara ketika dalam 3 hari Sungai Citarum kembali kotor setelah Pandawa mengajak masyarakat bergotong royong membersihkan sungai tersebut. Hal ini menjadi ramai di media sosial dan diangkat menjadi sebuah berita di berbagai platform online salah satunya Liputan6.com. Penelitian kali ini bertujuan untuk menganalisis praktik tekstual pada wacana portal berita online Liputan6.com yang membahasa tentang sungai citarum kembali kotor setelah 3 hari dibersihkan oleh Pandawa Group. Data penelitian berupa teks wacana dalam portal online Liputan6.com, dan data pendukung dari pemberitaan topik serupa dari media lain. Sumber data diambil dari pemberitaan media. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendalami fenomena yang diteliti. Teori yang digunakan yaitu analisis wacana kritis Norman Fairclough yang membagi tahapan wacana menjadi 3 dimensi, yaitu deskriptif, interdependensi, dan eksplanasi. Hasil dari penelitian ini membahas strategi retorika pada berita “3 hari setelah dibersihkan Pandawara, Sungai Citarum kembali dipenuhi sampah. Berita ini menekankan pada kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan yang ditandai dengan kutipan warganet dan narasi Gubernur Jawa Barat. Dalam segi komersial Liputan6.com memanfaatkan konten yang tengah viral tentang isu Pandawara dan Sungai Citarum namun tetap merealisasikan ke dalam bentuk berita dengan informasi yang lebih mendalam dan relevan untuk meningkatkan pemahaman pembaca.
.png)