Makna Tersembunyi dalam Lirik Lagu "Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan Karya Bernadya": Sebuah Kajian Semiotika

  • Dewi Susanti Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Guntur Sekti Wijaya Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Keywords: Lirik lagu, Roland Barthes, Semiotika

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna pada lirik lagu “Sialnya Hidup Harus Tetap Berjalan” karya Bernadya. Dalam penelitian ini menggunakan teori Roland Barthes. Dalam analisis semiotika Roland Barthes mendefinisikan semiotika menjadi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Titik focus dalam penelitian ini pada makna lirik lagu  “Sialnya Hidup Harus Tetap Berjalan” karya Bernadya tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, kualitatif Interpretatif. Sumber data yang digunakan yaitu, simak, catat, dan dokumentasi. Dalam sumber datanya melalalui, lirik- lirik lagu  “Sialnya Hidup Harus Tetap Berjalan” karya Bernadya. Hasil Penelitian ini yaitu, pada makna denotasi dalam lirik ini menggambarkan sebuah perasaan duka mendalam setelah perpisahan, ketidakmampuan menerima kenyataan, dan pergulatan batin untuk melanjutkan hidup yang terasa berat. Makna konotasi banyak lirik untuk menggambarkan rasa sakitnya yang amat mendalam, berharap melupakan, dan perjalanan emosionalnya berharap bisa menerima keadaan yang dirasakan. Pesan sentral pada lirik  lagu “Sialnya Hidup Harus Tetap Berjalan” karya Bernadya ini penuh kekecewaan dan ironi keharusan untuk maju meskipun terluka. Makna mitos dalam lirik lagu “Sialnya Hidup Harus Tetap Berjalan” karya Bernadya ini pada penderitaan pada kehidupan manusia, perjalanan emosional menerima kenyaatan, dan waktu sebagai penyembuh.

Published
2024-12-10
Section
Articles