Trauma Kolonial Dalam Cerpen Clara Atawa Wanita Yang Diperkosa Karya Seno Gumira Ajidarma
Abstract
Artikel ini menganalisis cerpen "Clara Atawa Wanita yang Diperkosa" karya Seno Gumira Ajidarma dengan fokus pada trauma kolonial yang dialami oleh karakter pribumi. Melalui pendekatan teori poskolonial dan trauma, penelitian ini menggali bagaimana pengalaman Clara mencerminkan dampak jangka panjang dari kolonialisme terhadap identitas dan psikologi pribumi. Clara, sebagai representasi dari subaltern, mengalami penindasan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis, yang mengakar dalam sejarah kolonial. Artikel ini menunjukkan bahwa hal yang dialami oleh Clara bukan hanya pengalaman individu dan etnis cina, tetapi juga mencerminkan luka kolektif masyarakat Indonesia karena trauma kolonial. Dengan menganalisis narasi Clara, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana warisan kolonial membentuk pengalaman dan identitas pribumi dalam konteks pascakolonial.
.png)