Representasi Masyarakat Terisolasi dan Pengaruh Pendidikan dalam Novel Sang Penaklukan Kutukan : Analisis Sosiologis Sastra
Abstract
Penelitian ini mengkaji terkait representasi sosial desa kumalasa yang digambarkan dalam novel Sang Penakluk Kutukan. Dalam karya Arul Chandrana masyarakat kumalasa merupakan masyarakat yang terisolir. Kajian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang dikemukakan oleh Wellek dan Warren, yang dimana Wellek dan Warren membagi analisisnya menjadi tiga bagian: sosiologi pengarang, sosiologi karya sastra dan sosiologi pembaca, yang dimana penelitian ini berfokus pada sosiologi karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan jika pendidikan yang layak dan akses informasi yang memadai sangat penting, karena hal tersebut akan mempengaruhi bagaimana pola pikir dan juga sikap dari masyarakat yang ada di desa Kumalasa. Sehingga melalui penelitian ini diharapkan dapat membantu pemahaman dan interpretasi pembaca terhadap isu-isu tentang ketimpangan akses terhadap informasi dan pendidikan yang ada di masyarakat.
.png)