Kesantunan Berbahasa di Era Digital: Analisis Komentar Tiktok Khofifah “Alhamdulillah Nomor Urut 2”

  • Novia Ramadhani Susanti Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Haris Shofiyuddin Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Keywords: Kesantunan Berbahasa, Khofifah Indar, TikTok

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesantunan berbahasa di era digital dengan fokus pada analisis komentar di platform TikTok, yaitu pada unggahan Khofifah Indar Parawansa dengan konten "Alhamdulillah Nomor Urut 2," dengan menggunakan teori kesantunan Leech dalam kajian pragmatik. Media sosial seperti TikTok menyediakan ruang interaksi yang luas dan cepat, namun sering kali mengabaikan norma kesantunan berbahasa karena karakteristik digital yang serba cepat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data berupa komentar-komentar pengguna TikTok yang dianalisis berdasarkan prinsip-prinsip kesantunan Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komentar-komentar di TikTok sangat dipengaruhi oleh konteks digital, yang cenderung mengurangi kesadaran akan pentingnya kesantunan berbahasa. Banyak komentar komentar positif yang mematuhi norma kesantunan, terdapat juga yang melanggar prinsip-prinsip kesantunan, terutama yang bersifat provokatif dan menghina. Pengaruh era digital terhadap kesantunan berbahasa terlihat dalam penyusutan pengendalian etis dalam interaksi digital. Temuan ini memberikan wawasan tentang kesadaran lebih lanjut dalam menjaga etika komunikasi, terutama dalam konteks diskusi politik yang sensitif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk studi lebih lanjut mengenai komunikasi dalam kesantunan berkomentar di media sosial.   

Published
2024-12-16
Section
Articles