Pandangan Barat Terhadap Timur dalam Novel Helen dan Sukanta Karya Pidi Baiq (Kajian Orientalisme Edward Said)
Abstract
Dalam penelitian ini akan membahas bagaimana pandangan Barat terhadap bangsa Indonesia ketika masa penjajahan Belanda melalui narasi tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) bentuk diskriminasi; 2) bentuk superioritas dan inferioritas, dan; 3) dominasi yang dilakukan bangsa barat (Belanda) terhadap bangsa timur (Hindia Belanda) ketika masa penjajahan kolonial dalam novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq yang memanfaatkan teori dari Edward W. Said yaitu orientalisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca, analisis data, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya 4 data mengenai stereotip Belanda terhadap pribumi, 1 data mengenai bentuk diskriminasi Belanda terhadap pribumi, dan 4 data mengenai bentuk kedudukan superior dan inferior dalam Novel Helen dan Sukanta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika orientalis yang begitu nampak melalui narasi yang menempatkan Sukanta dan Timur sebagai kaum yang kurang berdaya dibandingkan dengan Helen dan Barat yang dianggap modern dan memiliki kuasa. Melalui penelitian ini, memberikan kontribusi untuk memperluas pemahaman mengenai orientalisme dalam karya sastra Indonesia dan bisa dijadikan sebagai referensi dan literatur dalam mata kuliah sastra, serta memberikan wawasan kepada masyarakat di luar sana untuk memahami bagaimana hubungan antara Barat dan Timur dipresentasikan dalam karya sastra.
.png)