Diskriminasi dan Resistensi Protagonis Novel 00.00 Karya Amyelia Falensia: Feminisme Kamla Bhasin

  • Novita Ainiyyatuz Zakiyyah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Asep Abbas Abdullah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Keywords: diskriminasi, resistensi, Kamla Bhasin, 00.00, Ameylia Falensia

Abstract

Penelitian ini mendeskipsikan diskriminasi sekaligus resitensi yang dialami protagonis novel 00.00 karya Ameylia Falensia. Dalam novel ini terdapat bentuk kekerasan yang dilakukan ayah untuk menuntut kesempurnaan kepada Lengkara Putri. Kekerasan tersebut sering dilakukan dalam lingkungan domestik rumah menyebabkan tubuh Lengkara lebam dan mendapat banyak luka-luka. Meskipun sering mendapatkan kekerasan, Lengkara sering melakukan perlawanan dan terkadang meluapkan amarahnya kepada kakaknya. Penelitian ini mengacu pada pemikiran Kamla Bhasin, yang menegaskan penolakan pada budaya patriaki di masyarakat karena dapat merugikan pihak yang dikucilkan. Hasil penelitian menunjukkan pandangan Kamla Bhasin berupa diskriminasi dan resitensi yang digambarkan pada novel 00.00 karya Ameylia Falensia, yaitu 1) budaya patriaki yang tergambar dari prilaku ayah Lengkara yang sering melakukan kekerasan. Sehingga menyebabkan lebam pada tubuh Lengkara yang juga mempengaruhi kondisi psikologi Lengkara. 2) bentuk perlawanan yang ditunjukkan Lengkara setelah kekerasan yang diterimannya karena tidak bisa mengikuti standar sempurna yang ditetapkan sang ayah. 3) bentuk kontrol kekuasan yang dimiliki ayah sebagai kepala rumah tangga memegang peran penting terjadinya kekerasan atau patriaki yang dilakukan didalam rumah.

Published
2024-12-27
Section
Articles