Nilai Budaya Batak dalam Film “Ngeri-Ngeri Sedap”: Kajian Antropologi Sastra
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya Batak melalui film "Ngeri-Ngeri Sedap" karya Benne Dino Rajagukguk dalam konteks antropologi sastra. Dalam penelitian ini, digunakan teori representasi sebagai kerangka teoretis. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang menggunakan pendekatan antropologi sastra. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa film "Ngeri-Ngeri Sedap" menggambarkan lima aspek budaya Batak, seperti tradisi pernikahan antarsuku Batak bagi anak pertama, tinggal bersama orang tua bagi anak terakhir tanpa merantau, Pesta Adat Sulang-Sulang Pahompu, perbedaan penggunaan Ulos dalam acara adat, dan keakraban keluarga besar dalam urusan rumah tangga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa film sebagai karya sastra dapat digunakan untuk mempelajari budaya, khususnya budaya Batak yang terdapat dalam film "Ngeri-Ngeri Sedap". Karakteristik budaya Batak yang bersifat kolektivis juga mempengaruhi pengarang dalam menciptakan karya sastra. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang budaya, terutama budaya Batak di Indonesia.
.png)