Analysis of Phenolic Content of Green Tea Kombucha and Butterfly Pea (Clitoria Ternatea L.) Flower Kombucha Using Spectrophotometer Uv-Vis

  • Raihana Frika Nafisah Faculty of Science and Technology, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya, Indonesia
  • Diana Rahma Wati Faculty of Science and Technology, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya, Indonesia
  • Sistani Huzainiyah Faculty of Science and Technology, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya, Indonesia
  • Eva Agustina Faculty of Science and Technology, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya, Indonesia
  • Risa Purnamasari Faculty of Science and Technology, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya, Indonesia
Keywords: Kombucha, Green Tea, Butterfly Pea Flower, Phenolic Content, Spectrophotometer Uv-vis

Abstract

Kombucha is a health drink that comes from fermented green tea and microorganisms such as Acetobacter xylinum. Kombucha is believed to have high antioxidant content. Butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) can be used as a basic ingredient for making kombucha because they are believed to have high phenolic content. Phenolics are compounds that have hydroxyl groups (-OH) and contribute most to antioxidant activity. The aim of this research was to determine the levels of phenolic compounds in green tea kombucha and butterfly pea flower kombucha. This research used experimental research by testing phenolic levels using a spectrophotometer uv-vis instrument. The results showed that the phenolic content of green tea kombucha was 162.35 mg/L GAE and butterfly pea flower kombucha was 124.46 mg/L GAE. Thus, the highest phenolic content is found in green tea kombucha.

References

Adawiah, A., Sukandar, D., & Muawanah, A. (2015). Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Komponen Bioaktif Sari Buah Namnam. Jurnal Kimia Valensi, 1(2), 130-136.

Andiarni, D. & Murtisiwi, L. (2018). Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Spektrofotometri Uv-Vis. Cendekia Journal of Pharmacy, 2(1), 32-28.

Angriani, L. (2019). Potensi Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea) Sebagai Pewarna Alami Lokal Pada Berbagai Industri Pangan. Jurnal Canrea: Jurnal Teknologi Pangan, Gizi, dan Kuliner, 2(1) 32-37.

Christalina, I., Susanto, T. E., Ayucitra, A., & Setiyadi. (2018). Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Alami Ekstrak Fenolik Biji Pepaya. Jurnal Ilmiah Widya Teknik, 6(1), 18–25.

Handayani, T. H., Budiman, M., Amalia, R. L., Pribadi, A., Elfrita, R., & Ferdian, P. (2022). Aktivitas Antioksidan, Total Fenolik, dan Total Flavonoid Madu Apis Mellifera Dari Hutan Akasia (Accacia crassicarpa) Riau, Indonesia Dengan Beberapa Perlakuan Pengeringan. Jurnal Biologi Indonesia, 18(2), 231–243.

Ikhwan, A., Hartati, S., Hasanah, U., Lestari, M., & Pasaribu, H. (2022). Pemanfaatan Teh Bunga Telang (Clitoria ternatea) Sebagai Minuman Kesehatan dan Meningaktkan UMKM di Masa Pandemi Covid 19 Kepada Masyarakat di Desa Simonis Kecamatan Aek Natas. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1), 1-7.

Jeyaraj, N., Gupta, A., & Srivastava, R. (2020). Phytochemical and Antioxidant Analysis of Clitoria ternatea L. Flowers. Pharmacognosy Journal, 12(3), 613-618.

Juniaty, T. B. (2013). Kandungan Senyawa Kimia Pada Daun Teh (Camellia Sinensis). Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 19(3), 12-16.

Khamidah, A., & Antarlina, S. S. (2020). Peluang Minuman Kombucha Sebagai Pangan Fungsional. Agrika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 14(2), 184-200.

Lelita, D. I., Rohadi, R., & Putri, A. S. (2013). Sifat Antioksidatif Ekstrak Teh (Camellia sinensis Linn.) Jenis Teh Hijau, Teh Hitam, Teh Oolong dan Teh Putih dengan Pengeringan Beku (Freeze Drying). Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 13(1), 15-30.

Lumingkewas, M., Manarisip, J., Indriaty, F., Walangitan, A., Mandei, J., & Suryanto, E. (2019). Aktivitas antifotooksidan dan komposisi fenolik dari daun cengkeh (Eugenia aromatic L.). Chemistry Progress, 7(2) 96-105.

Mahardani, O.T., & Yuanita, L. (2021). Efek Metode Pengolahan dan Penyimpanan Terhadap Kadar Senyawa Fenolik dan Aktivitas Antioksidan. Jurnal Kimia Unesa, 10(1), 64-78.

Marpaung, A.M. (2020). Tinjauan Manfaat Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Bagi Kesehatan Manusia. Journal of Functional Food and Nutraceutical, 1(2), 47-69.

Nafisah, R. F., Shofiyya, A. N., Agustina, E., Lusiana, N., & Purnamasari, R. (2023). The Effect of Fermentation Time on Phenolic Levels of Vanilla (Vanilla planifolia) Leaf Kombucha Tea. The 3rd International Conference on Sustainable Health Promotion (Icoshpro), 3(1), 212–221.

Niwele, A., Umar, CBP, & Samal, RR (2020). Penentuan Kandungan Fenolik Total Ekstrak Etanol Daun Pala (Myristica fragrans Houtt) Secara Spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Kesehatan Amanah, 4(2), 01-15.

Novita, W. (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Daun Sirih (Piper betle L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Secara In Vitro. Jambi Medical Journal" Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan", 4(2), 140-155.

Puspitasari, Y., Palupi, R., & Nurikasari, M. (2017). Analisis Kandungan Vitamin C Teh Kombucha Berdasarkan Lama Fermentasi Sebagai Alternatif Minuman Untuk Antioksdan. Ilmu Kesehatan Global, 2(3), 245–253.

Putri, D.U.P. & Baharza, S.N. (2023). Pengaruh Konsumsi Teh Bunga Telang (Clitoria ternatea) Sebagai Alternatif Antioksidan dan Booster Imunitas pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(1), 109-118.

Rahmi, N., Harmayani, E., Santosa, U., & Darmadji, P. (2016). Identifikasi Bakteri Asam Laktat dan Aktivitas Penghambatan Radikal pada Jaruk Tigarun (Crataeva nurvala, Buch Ham). AGRITECH, 36(3), 317-326.

Saha, S., Verma, R., & Kumar, J. (2021). Evaluation of Phytochemical and Antioxidant Activities of Clitoria Ternatea Flower Extracts. Free Radicals and Antioxidants, 11(2), 116-121.

Saputri, D.R., Listydevi, Y.L., Damayanti, Atroauriyani, W., Fahni, Y., Sanjaya, A., Zega, F.A., & Ikhlas, F.R. (2023). Pengaruh Lama Perendaman, Konsentrasi dan Jenis Pelarut Terhadap Antosianin dari Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea). Jurnal Integrasi Proses, 12(1).

Siregar, R. N., Handarini, K., Sucahyo, B. S., & Hariyani, N. (2023). Pengaruh Proporsi Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dan Gula Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Minuman Kombucha. Pro-STek, 5(2), 105-116.

Sundu, R., Supriningrum, R., & Fatimah, N. (2022). Kandungan Total Senyawa Fenol, Total Senyawa Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Ektsrak Etanol Kulit Batang Sekilang (Embelia borneensis Scheff.). Bivalen: Jurnal Studi Kimia, 5(2), 31-36.

Tamon, B. T., Tiho, M., & Kaligis, S. H. (2021). Efek Antioksidan Pada Teh Hijau Terhadap Kadar Kolesterol Darah. Ebiomedik, 9(2), 151-159.

Wahyuni, S., & Marpaung, M. P. (2020). Penentuan Kadar Alkaloid Total Ekstrak Akar Kuning (Fibraurea chloroleuca Miers) Berdasarkan Perbedaan Konsentrasi Etanol dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis. Dalton: Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia, 3(2), 52-61.

Wang, X., Li, Y., & Chen, Z. (2022). Antioxidant capacity of green tea extracts. Food Chemistry, 34(5), 128-725.

Winarsi, H., T.S., A., Kartini, & N.H., I. (2019). Fermentasi Bakteri-Asam-Laktat Meningkatkan Kandungan Fenolik Dan Serat Yogurt Susu Kecambah Kacang Merah ( Phaseolus vulgaris L .), Minuman Fungsional Untuk Obesitas. Fermentation Of Lactic Acid Bacteria Improving Phenolic and Fiber Content Of Red Kidney. Jurnal Gizi Dan Pangan Soedirman, 3(1), 64–75.

Wistiana, D., & Zubaidah, E. (2015). Karakteristik Kimiawi dan Mikrobiologi Kombucha dari Berbagai Daun Tinggi Etanol Selama Fermentasi. Jurnal Pangan dan Agro Industri, 3(4), 1446–1457.

Published
2024-08-23
Section
Articles